"Jadilah Terang Tanpa Memadamkan Cahaya Orang Lain, Naiklah Tinggi Tanpa Menjatuhkan Orang Lain, Capailah Bahagia Tanpa Melukai Hati Orang Lain dan Jadilah Baik Tanpa Menyakiti Hati Orang Lain"

Book

Baca dan Tambah Wawasan Kamu

Consultation

Konsultasikan masalahmu dengan ahli

News

Tren Kesehatan Terkini, Tips Kesehatan

ABOUT ME

Short Biography About dr. Lucy Widasari

Lucy Widasari has pursued an extensive educational background, obtaining a Bachelor’s in Medicine from the Faculty of Medicine at Christian University of Indonesia (UKI) in East Jakarta; a Master’s degree in Nutrition from Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) in Surakarta, Central Java, Indonesia; and a Doctorate from the Faculty of Public Health with a specific focus on nutrition science at Hasanuddin University in Makassar, Indonesia. Her research primarily focuses on maternal and child health, including a longitudinal study that covered interventions from preconception to pregnancy outcomes and addressed nutritional issues.

Gallery

FAQ

Di sini kamu akan menemukan semua jawaban atas pertanyaanmu

Bagaimana pendampingan bagi Ibu Hamil dengan gejala hipertensi?
OBIPLUZ adalah suplemen yang mengandung vitamin dan mineral yang dilengkapi dengan omega 3 (DHA&EPA) aman dikonsumsi oleh ibu hamil 1 x1 kapsul dan belum ada laporan adanya efek samping. Ibu dapat minum suplemen ini sehabis makan agar perut tidak teriritasi. Selain itu, hindari makanan yang pedas, asam, dan berlemak agar tidak memicu timbulnya rasa tidak enak diperut; makan dalam porsi kecil 5-6 kali sehari; hindari kopi, teh; hindari merokok dan alkohol; cukupi kebutuhan cairan tubuh. Jika belum membaik, periksakan ke dokter.
  • Tanda utama retensi plasenta adalah tertahannya sebagian atau seluruh plasenta di dalam tubuh lebih dari 30 menit setelah bayi dilahirkan.Penanganan retensi plasenta bertujuan untuk mengeluarkan plasenta atau sisa jaringan plasenta dari dalam rahim dengan cara mengeluarkan plasenta dari rahim secara manual (menggunakan tangan) atau memberikan obat-obatan untuk merangsang rahim berkontraksi dan mengeluarkan plasenta
  • Setelah ditangani selanjutnya ibu bisa mengikuti program hamil kembali; Hindari hamil dalam jarak dekat, untuk memberikan waktu agar rahim bisa mempersiapkan kehamilan berikutnya dengan baik.
  • Selama mempersiapkan kehamilan berikutnya, disarankan untuk menjalankan pola hidup sehat. Konsultasi dengan dokter kandungan agar dapat dipantau dengan baik dalam perencanaan kehamilan ini. Melalui pemeriksaan USG dokter bisa mengetahui sejak awal jika ibu memiliki faktor risiko yang dapat memicu terjadinya retensi plasenta
  •  
  • Ibu hamil dapat menggunakan losion atau bedak yang mengandung calamine untuk membantu meredakan rasa gatal. Kalau ibu ragu, konsultasikan dulu ke dokter, untuk mengetahui penyebab gatal saat hamil

  • Cacar air (varisela) yang dialami saat hamil cenderung lebih berbahaya karena dapat memicu komplikasi bagi diri sendiri dan janin. Pengobatan antivirus dapat direkomendasikan dengan Asiklovir untuk mengurangi keparahan penyakit dan menekan risiko terjadinya komplikasi.  Tapi perlu diketahui bahwa terapi antivirus paling efektif jika diberikan dalam 24 jam setelah ruam pertama kali muncul. 

  • Ibu hamil juga dapat merasakan janin saat dirinya mengalami cegukan; pergerakan diafragma janin ditandai hentakan halus dari dalam perut yang biasanya terjadi berkali-kali dengan jeda. Selain itu, akan muncul sensasi rasa berkedut atau kejang kecil dari dalam rahim yang menjadi pertanda refleks janin dan pertumbuhan normal dari sistem pernapasan dan sistem sarafnya; tapi bisa juga merupakan tanda dari suatu kelainan.
  • Cegukan biasanya akan mereda setelah bayi mencapai usia 32 minggu, ketika kemampuan bernapasnya sudah matang. Biasanya, cegukan janin akan mereda jika ibu hamil mengubah posisi duduk atau tidur, berjalan, serta minum air.
  • Ibu perlu memeriksakan kehamilan ke dokter jika setelah usia ini janin terus cegukan beberapa kali sehari dan cegukan berlangsung setidaknya selama 15 menit setiap kalinya. Cegukan yang terjadi di masa-masa akhir kehamilan dapat menjadi tanda adanya gangguan tali pusar pada janin. 
  •  

Keputihan saat hamil merupakan hal normal selama cairan yang keluar berwarna bening atau putih dan tidak berbau menyengat. Namun keputihan yang terjadi di masa kehamilan juga bisa menjadi tanda dari gangguan kesehatan apabila disertai dengan gejala tertentu. Gejala keputihan saat hamil yang bisa jadi menandakan infeksi antara lain:

      • Berbau tidak sedap
      • Gatal-gatal di area kewanitaan
      • Warna cairan berwarna hijau, kuning, cokelat, atau kemerahan
      • Area kewanitaan terasa nyeri atau tidak nyaman
      • Cairan keputihan jauh lebih banyak dari biasanya

Ibu yang baru pertama kali hamil, gerakan janin bisa dirasakan saat kandungan berusia lima bulan. Namun, ibu yang hamil untuk ke sekian kalinya, biasanya dapat merasakan lebih cepat yaitu pada usia 4 bulan. Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ibu hamil belum merasakan gerakan janin pada usia 4 bulan.

  • Gerakan janin belum terasa, beberapa ibu hamil baru dapat merasakan gerakan janin di dalam kandungannya saat usia kehamilan memasuki 25 minggu sebagai kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan oleh ibu hamil.
  • Ibu tidak peka terhadap gerakan janin, ibu hamil yang tidak peka terhadap gerakan janin juga dapat menjadi kondisi yang menyebabkan usia kehamilan 4 bulan belum merasakan gerakan bayi. Kondisi tersebut dikarenakan juga gerakan janin yang masih sangat lemah sehingga sulit dirasakan oleh ibu hamil. Ibu hamil juga terkadang masih belum dapat membedakan mana yang merupakan gerakan janin atau gerakan gas dalam usus.
  • Faktor penghalang, ada beberapa faktor penghalang yang dapat menyebabkan ibu hamil usia 4 bulan tidak dapat merasakan gerakan janin diantaranya seperti ibu hamil yang selalu aktif bergerak atau kondisi kegemukan pada ibu hamil juga dapat menyebabkan banyaknya penumpukan lemak di perut sehingga gerakan janin tidak dapat dirasakan.
  • Posisi tidur ibu hamil yang disarankan adalah miring ke kiri. Posisi ini dianjurkan karena dapat meningkatkan aliran darah ke plasenta sehingga aliran darah yang menuju janin akan lebih optimal juga dapat mencegah rahim menekan organ hati yang terletak di bagian kanan perut.
  • Pada usia kehamilan trimester kedua, ibu hamil tidak disarankan untuk tidur dalam posisi telentang  karena dapat menimbulkan tekanan pada pembuluh darah besar dan berisiko menghambat aliran darah ke janin.Tidur dalam posisi telentang juga berisiko menurunkan aliran darah balik pada ibu hamil yang dapat menyebabkan beberapa keluhan seperti pusing, sesak napas, dan jantung berdetak lebih cepat.

Kram perut saat hamil 31 minggu bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti pelebaran rahim dan ligamen, kontraksi palsu, sembelit, infeksi saluran kemih. Ibu disarankan untuk cukup istirahat minimal 7-8 jam sehari dan duduk apabila banyak berjalan; Ubah posisi tubuh yang mengalami kram perut; kompres bagian yang kram menggunakan handuk hangat atau berendam dengan air hangat; Kelola stress; lakukan aktivitas fisik yang ringan, seperti jalan pada pagi hari, yoga dan senam hamil. Jika Ibu sudah melakukan berbagai cara di atas tetapi kram tidak mereda, konsultasikan pada dokter atau bidan untuk tatalaksana yang tepat.

OBIPLUZ adalah  suplemen yang mengandung vitamin dan mineral yang dilengkapi dengan omega 3 (DHA&EPA) aman dikonsumsi oleh ibu hamil 1 x1 kapsul dan belum ada laporan adanya efek samping. Ibu dapat minum suplemen ini sehabis makan agar perut tidak teriritasi. Selain itu, hindari makanan yang pedas, asam, dan berlemak agar tidak memicu timbulnya rasa tidak enak diperut; makan dalam porsi kecil 5-6 kali sehari; hindari kopi, teh; hindari merokok dan alkohol; cukupi kebutuhan cairan tubuh. Jika belum membaik, periksakan ke dokter.

About Me

Lucy Widasari has pursued an extensive educational background, obtaining a Bachelor’s in Medicine from the Faculty of Medicine at Christian University of Indonesia (UKI) in East Jakarta; a Master’s degree in Nutrition from Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) in Surakarta, Central Java, Indonesia; and a Doctorate from the Faculty of Public Health with a specific focus on nutrition science at Hasanuddin University in Makassar, Indonesia. Her research primarily focuses on maternal and child health, including a longitudinal study that covered interventions from preconception to pregnancy outcomes and addressed nutritional issues.

Additionally, she has served as the main trainer for Indonesia’s Basic Health Research in 2018 and provided expert consultancy services at TP2AK, specifically contributing to the evaluation of the National Strategy for stunting prevention from 2019 to 2021. Furthermore, she has developed modules for capacity development in various areas such as research methodology, program evaluation, and data consolidation related to stunting prevention initiatives. From 2022 to 2023, she acted as an expert for the central Bureau of Population and Family Planning spearheading efforts to accelerate the reduction of stunting—a significant initiative of the Indonesian Government spanning from 2020 to 2024.

Presently, she holds the positions of doctor and lecturer at the Faculty of Public Health, Aufa Royhan University, in Padangsidimpuan, North Sumatra. Lucy also serves as a member of Healthy Mothers Healthy Babies (HMHB)-https://hmhbconsortium.org/meet-our-members/
Her commitment to advancing knowledge is reflected in her active participation across academic platforms, including ORCID, Web of Science ResearcherID, Scopus, Google Scholar, Garuda, and Sinta. Additionally, since 2010, she has been a member of the expert team for the Indonesian Women’s Congress—an esteemed organization within Indonesia’s Women’s Federation that has permanent status as a member of UN Women and ECOSOC, (Economic and Social Council), Coordinator of Communication in the International Council of Women (ICW), Global White Ribbon Alliance (GWRA), an international organization that promotes human rights, equality, peace and the involvement of women in all areas of life, including social protection, gender equality, women’s empowerment and the health of women and children. Lucy once attended the 63rd session of the Commission on the Status of Women (CSW) at the United Nations headquarters to advocate for the safety of pregnant, birthing, and postpartum mothers, as well as newborn babies.

event tanggal 20